Sabtu, 07 Mei 2011

I HATE YOU


kayu yang mengkerut dan meruncit itu memanggil saya. dia bilang aku seperti dia. membungkam semut yang sedang berjalan dan melumatkannya.

ratu semut itu memerintahkan kuda-kudanya untuk memnyerang kembali aku yang sedang duduk terpaku tak berdaya. mereka mulai merong-rong dan menyiapkan aksi satu untuk seribunya. mengeluarkan pisau - pisau kecil dan mencapit kulitku yang sensitif.

"aw", kataku. aku sadar dia sedang menyadarkanku untuk mendapatkan kembali aku yang sudah terhipnotis akan dunia gelap. dunia gelap yang mulai mencernaku dan secara perlahan menghancurkan jiwaku.

aku tak tahu kenapa semua serasa begitu terdiam. begitu bodoh, dan begitu menyebalkan. apakah karena aku seorang perempuan yang selalu disakiti dan hanya menerima?. menerima keihlasan disetiap orang ingin mencintainya? aku sadar aku tahu , dia sudah membuatku kecewa dengan segala tingkah lakunya yang buruk memperlakukanku. tapi mengapa , mengapa aku sangat sangat begitu mencintainya Tuhan? . akku sebal dengan keadaan seperti ini tapi aku senang juga Tuhan. aku bisa menikmati indah wajahnya dan bermimpi asyik tentang dia. tapi mengapa , dia begitu tak peduli?
apakah ini sebuah takdir ya Tuhan?

semut semut itu melangkah dengan sangat santun tak bersuara tapi mengapa aku bisa merasakan langkah - langkah yang begitu besar menghardik pendengaranku?

aku menjamah dan me-replay memori tentang dia. mencoba memahami tiap detik wajahnya, senyumanya, tawanya, tapi mengapa aku begitu terhanyut dengan keaadaan ini Tuhan?.. sedangkan dia saja mungkin tak mau memkirkanku . 

aku prepare setiap hari dengan menunggu dia melakukan kebodohannya yaitu mengirim pesan untukku. tapi apa aku tuli, aku buta, apa aku sangat seorang idiot???????? . aku tak paham dengan perasaan .
perasaan suka yang meleleh bagaikan salju yang terterik sang mentari.

di pagi esok..
aku mendapatkan juara. juara mengangis. menangisi dia, seorang homosapiens manis , berasal dari jawa, kuliahpun sama. aku tak bisa tanpa tak memikirkan dia, tuhan. SUNGGUH!
geli terkadang menikam jantung untuk menyesak dan berhenti berdetak, sungguh dia cintaku yang kurasa.
cinta tak benderang lagi ketika ditanya, cinta tak berbisik lagi di dengar, dan cinta tak senang lagi ketika menangis. dia yang sekrangjadi jantungku tuhaaan. kenapa harus dia?. aku  suka suka dengan dia

di malam hari setelah bertemu
malam minggu ku mengirim sms kepadanya, aku bilang aku sudah tak mau lagi berhubungan dengan dia. aku bilang tolong hapus saja nomer ponselku, dan tolong jangan sapa aku ketika bertemu, dan tolooong , tolong aku bisa melupakanmu. aku menunggu balasannya hampir dua menit , barulah ia memberi jawaban. dia berkata " ga,ok..lo napa ci? ngambek?.. dan w bilang hmmmm(iya).

detik dimalam aku merenung
aku BENCI dia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar